Rabu, 13 April 2011

akuntansi anggaran

Akuntansi anggaran merupakan teknik pertanggungjawaban dan pengendalian manajemen yang digunakan untuk membantu pengelolaan pendapatan, belanja, transfer, dan pembiayaan.
Anggaran pendapatan disebut estimasi pendapatan yang dijabarkan menjadi alokasi estimasi pendapatan.
Anggaran belanja disebut apropriasi yang dijabarkan menjadi otorisasi kredit anggaran (allotment).
Anggaran pembiayaan terdiri dari penerimaan pembiayaan dan pengeluaran pembiayaan

JURNAL ANGGARAN DALAM AKUNTANSI PEMERINTAHAN

Jurnal Standar APBN
Jurnal Standar DIPA
Jurnal Penutup

Jurnal Standar APBN

1. Estimasi Pendapatan

Jurnal Standar untuk Estimasi Pendapatan dilakukan dengan :
mendebet perkiraan Estimasi Pendapatan masing-masing jenis pendapatan, dan
mengkredit Surplus /defisit dengan jumlah yang sama dengan besarnya estimasi pendapatan dalam APBN.
Jurnal Standar untuk estimasi pendapatan hanya dilakukan oleh SAKUN, sedangkan pada SAI dan SAU transaksi ini tidak dijurnal.

Estimasi Penerimaan Perpajakan.
Estimasi Penerimaan Negara Bukan Pajak.
Estimasi Penerimaan Hibah.

2. Appropriasi Belanja

Jurnal Standar untuk Appropriasi Belanja dilakukan dengan :
mendebet perkiraan Surplus/defisit, dan
mengkredit Appropriasi belanja dari masing-masing jenis belanja dengan jumlah yang sama dengan besarnya apropriasi belanja dalam APBN.
Jurnal Standar aprropriasi belanja hanya dilakukan oleh SAKUN, sedangkan pada SAI dan SAU transaksi ini tidak dijurnal.

Appropriasi Belanja Pegawai
Appropriasi Belanja Barang.
Appropriasi Belanja Modal.
Appropriasi Belanja Pembayaran Bunga Utang.
Appropriasi Belanja Subsidi.
Appropriasi Belanja Hibah.
Appropriasi Belanja Bantuan Sosial.
Appropriasi Belanja Lain-lain
Appropriasi Belanja Dana Perimbangan.
Appropriasi Belanja Dana Otonomi Khusus dan Penyesuaian

3. Estimasi Penerimaan Pembiayaan.

Jurnal Standar untuk Estimasi Penerimaan Pembiayaan dilakukan dengan:
mendebet perkiraan Estimasi Penerimaan Pembiayaan masing-masing jenis penerimaan pembiayaan, dan
mengkredit Pembiayaan Netto dengan jumlah yang sama dengan besarnya estimasi penerimaan pembiayaan dalam APBN.
Jurnal Standar ini hanya dilakukan oleh SAKUN, sedangkan pada SAI dan SAU transaksi ini tidak dijurnal

4. Appropriasi Pengeluaran Pembiayaan.
Jurnal Standar untuk Apropriasi Pengeluaran Pembiayaan dilakukan dengan:
mendebet perkiraan Pembiayaan Netto, dan
mengkredit Appropriasi Pengeluaran Pembiayaan dengan jumlah yang sama.
Jurnal Standar ini hanya dilakukan oleh SAKUN, sedangkan pada SAU transaksi ini tidak dijurnal

Jurnal Standar DIPA
Jurnal Standar DIPA hanya dilakukan di SAI dan SAU sedangkan SAKUN tidak membuat jurnal ini

Jurnal Standar DIPA terdiri dari:
Estimasi Pendapatan yang dialokasikan,
Allotment belanja,
Estimasi Penerimaan Pembiayaan yang dialokasikan dan
Allotment Pengeluaran Pembiayaan

1. Estimasi Pendapatan yang dialokasikan.
Jurnal Standar untuk Estimasi Pendapatan yang dialokasikan dilakukan dengan:
Mendebet Estimasi Pendapatan yang Dialokasikan, dan
Mengkredit Utang Kepada KUN dengan jumlah yang sama dengan jenis pendapatan yang ada dalam DIPA.
Jurnal Standar untuk Estimasi Pendapatan yang dialokasikan dilakukan pada sistem SAI dan SAU, sedangkan pada SAKUN transaksi ini tidak dijurnal

2. Allotment Belanja.
Jurnal Standar untuk Allotment Belanja dilakukan dengan:
Mendebet Piutang dari KUN, dan
Mengkredit Allotment Belanja dengan jumlah yang sama dengan jenis belanja dalam DIPA.
Jurnal Standar untuk Allotment Belanja dilakukan pada SAI dan SAU, sedangkan pada SAKUN transaksi ini tidak dijurnal.

3. Estimasi Penerimaan Pembiayaan yang dialokasikan.
Jurnal Standar untuk Estimasi Penerimaan Pembiayaan yang Dialokasikan dilakukan dengan:
Mendebet Estimasi Penerimaan pembiayaan yang Dialokasikan, dan
Mengkredit Utang Kepada KUN dengan jumlah yang sama dengan jenis penerimaan pembiayaan dalam DIPA.
Jurnal Standar untuk Estimasi Penerimaan Pembiayaan yang Dialokasikan dilakukan pada SAI dan SAU, sedangkan pada SAKUN transaksi ini tidak dijurnal

4. Allotment Pengeluaran Pembiayaan
Jurnal Standar untuk Allotment Pengeluaran Pembiayaan dilakukan dengan:
Mendebet Piutang dari KUN, dan
Mengkredit Allotment Pengeluaran Pembiayaan dari masing-masing jenis pembiayaan dalam DIPA.
Jurnal Standar untuk Allotment Pengeluaran Pembiayaan dilakukan pada SAI dan SAU, sedangkan pada SAKUN transaksi ini tidak dijurnal.

Jurnal Standar Penutup
Jurnal penutup dilakukan di SAI, SAU dan SAKUN yang bertujuan untuk menutup seluruh perkiraan – perkiraan sementara dalam rangka menyusun laporan keuangan. Jurnal penutup terdiri dari:
jurnal penutup Anggaran dengan Realisasinya (untuk akun-akun LRA) .
Untuk perkiraan akun Neraca tidak dilakukan penutupan.

Jurnal Penutup SAKUN
Jurnal yang ditutup dalam SAKUN adalah seluruh jurnal APBN, Pembiayaan Neto dan SILPA.
Jurnal penutup SAKUN dilakukan dengan mendebet seluruh akun yang berada di sisi kredit dan mengkredit seluruh akun yang berada di sisi debet

Jurnal Penutup Estimasi Pendapatan
Jurnal ini ditutup dengan cara mendebet masing-masing akun Pendapatan dan mengkredit Estimasi Pendapatan yang bersangkutan, serta memasukkan selisihnya pada akun Surplus/Defisit.
DR Pendapatan Pajak XXX
DR Pendapatan Negara Bukan Pajak XXX
DR Pendapatan Hibah XXX
DR Surplus/ Defisit XXX
CR Estimasi Pendapatan Pajak XXX
CR Estimasi Pendapatan Negara Bukan Pajak XXX
CR Estimasi Hibah XXX


Jurnal Penutup Appropriasi Belanja
Jurnal ini dilakukan dengan cara mendebet masing-masing akun Appropriasi Belanja dan mengkredit masing-masing akun belanja, serta mememasukkan selisihnya pada akun Surplus Defisit.

Jurnal Penutup SAI dan SAU
Jurnal yang ditutup dalam SAU adalah seluruh estimasi pendapatan yang dialokasikan, seluruh Allotment Belanja, estimasi penerimaan pembiayaan, serta allotment pengeluaran pembiayaan.

Jurnal penutup Estimasi Pendapatan Yang Dialokasikan
Jurnal ini ditutup dengan cara mendebet masing-masing akun Pendapatan dan mengkredit Estimasi Pendapatan yang dialokasikan, serta memasukkan selisihnya pada akun Hutang Kepada KUN.

Jurnal penutup Allotment Belanja
Jurnal ini ditutup dengan cara mendebet seluruh allotment belanja dan mengkredit masingmasing akun belanja serta memasukkan selisihnya pada Piutang dari KUN

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar