Kamis, 28 April 2011

jurnal standar akuntansi pemerintah

BAB IV
JURNAL STANDARD


S
istem Akuntansi Pemerintah Pusat (SAPP) yang terdiri dari Sistem Akuntansi Bendahara Umum Negara (SA-BUN) yang dilaksanakan oleh Kementerian Keuangan dan Sistem Akuntansi Instansi (SAI) yang dilaksanakan oleh Kementerian Negara/Lembaga. Masing - masing sistem tersebut dalam pelaksanaannya akan melakukan proses akuntansi yang akan dimulai dari dokumen sumber sampai menghasilkan suatu laporan keuangan. Dalam pelaksanaan proses akuntansi tersebut perlu dilakukan penjurnalan terhadap masing masing transaksi keuangan yang dilakukan. Bagian ini akan membahas secara detail mengenai Jurnal Standar yang dipergunakan dalam memproses transaksi-transaksi keuangan dimaksud. Jurnal Standar dalam SAK dikelompokkan menjadi tiga kelompok besar yaitu :

1. Jurnal standar DIPA.
2. Jurnal standar Saldo Awal.
3. Jurnal standar Realisasi.

A. Jurnal DIPA
Jurnal Standar DIPA terdiri dari Estimasi Pendapatan yang dialokasikan, Allotment belanja, Estimasi Penerimaan Pembiayaan yang dialokasikan dan Allotment Pengeluaran Pembiayaan.

1. Estimasi Penerimaan yang dialokasikan.
Jurnal Standar untuk Estimasi Pendapatan yang dialokasikan dilakukan pada dua sistem yaitu SAI dan SAU, sedangkan pada SAKUN transaksi ini tidak dijurnal. Pada SAI, transaksi ini dijurnal dengan mendebet Estimasi Pendapatan yang Dialokasikan, dan mengkredit Utang Kepada KUN dengan jumlah yang sama dengan jenis pendapatan yang ada dalam DIPA. Sedangkan untuk SAU, transaksi ini dijurnal dengan mendebet Estimasi Pendapatan yang Dialokasikan, dan mengkredit Utang Kepada KUN dengan jumlah yang sama dengan jenis pendapatan yang ada dalam DIPA.
Jurnal standar dimaksud pada SAI dan SAU:

a. Estimasi Penerimaan Perpajakan yang dialokasikan.
DR. Estimasi Pendapatan Pajak yang dialokasikan xxx
CR. Utang kepada KUN xxx

b. Estimasi Penerimaan Negara Bukan Pajak yang dialokasikan.
DR. Estimasi PNBP yang dialokasikan xxx
CR. Utang kepada KUN xxx

2. Allotment Belanja.
Jurnal Standar untuk Allotment Belanja dilakukan pada dua sistem yaitu SAI dan SAU, sedangkan pada SAKUN transaksi ini tidak dijurnal. Pada SAI, transaksi ini dijurnal dengan mendebet Piutang dari BUN, dan mengkredit Allotment Belanja ditambah uraian MAK dari masing-masing allotment belanja dalam DIPA. Untuk SAU, jurnal yang dibuat sama dengan SAI yaitu transaksi ini dijurnal dengan mendebet Estimasi Pendapatan yang Dialokasikan, dan mengkredit Utang Kepada KUN dengan jumlah yang sama dengan jenis belanja dalam DIPA. Jurnal standar
dimaksud pada SAI dan SAU:

a. Allotment Belanja Pegawai.
DR. Piutang dari KUN xxx
CR. Allotment Belanja Pegawai xxx

b. Allotment Belanja Barang.
DR. Piutang dari KUN xxx
CR. Allotment Belanja Barang xxx

c. Allotment Belanja Modal.
DR. Piutang dari KUN xxx
CR. Allotment Belanja Modal xxx

d. Allotment Belanja Pembayaran Bunga Utang.
DR. Piutang dari KUN xxx
CR. Allotment Belanja Pemabayaran Bunga Utang xxx
e. Allotment Belanja Subsidi.
DR. Piutang dari KUN xxx
CR. Allotment Belanja Subsidi xxx
f. Allotment Belanja Hibah.
DR. Piutang dari KUN xxx
CR. Allotment Belanja Hibah xxx
g. Allotment Belanja Bantuan Sosial.
DR. Piutang dari KUN xxx
CR. Allotment Belanja Bantuan Sosial xxx
h. Allotment Belanja Lain-lain.
DR. Piutang dari KUN xxx
CR. Allotment Belanja Lain-lain xxx
i. Allotment Belanja Dana Perimbangan.
DR. Piutang dari KUN xxx
CR. Allotment Belanja Dana Perimbangan xxx
j. Allotment Belanja Dana Otonomi Khusus dan Penyesuaian
DR. Piutang dari KUN xxx
CR. Allotment Belanja Dana Otsus xxx

3. Estimasi Penerimaan Pembiayaan yang dialokasikan.

Jurnal Standar untuk Estimasi Penerimaan Pembiayaan yang Dialokasikan dilakukan pada dua sistem yaitu SAI dan SAU, sedangkan pada SAKUN transaksi ini tidak dijurnal. Pada SAI dan SAU transaksi ini dijurnal dengan mendebet Estimasi Penerimaan pembiayaan yang Dialokasikan, dan mengkredit Utang Kepada KUN dengan jumlah yang sama dengan jenis penerimaan pembiayaan dalam DIPA. Jurnal standar dimaksud pada SAI dan SAU:

DR.Estimasi Penerimaan Pembiayaan yang dialokasikan xxx
CR.Utang kepada KUN xxx

4. Allotment Pengeluaran Pembiayaan.
Jurnal Standar untuk Allotment Pengeluaran Pembiayaan dilakukan pada dua sistem yaitu SAI dan SAU, sedangkan pada SAKUN transaksi ini tidak dijurnal. Pada SAI, transaksi ini dijurnal dengan mendebet Piutang dari KUN, dan mengkredit Allotment Pengeluaran Pembiayaan dari masing-masing jenis pembiayaan dalam DIPA. Untuk SAU, jurnal yang dibuat sama dengan dimaksud pada SAI dan SAU:
DR. Piutang dari KUN xxx
CR. Allotment Pengeluaran Pembiayaan xxx

B. Jurnal Standar Saldo Awal
Jurnal Standar Saldo awal terdiri dari beberapa jurnal untuk saldo awal neraca, antara lain saldo awal Kas, Piutang, Persediaan, Aset Tetap, Aset Lainnya, Investasi Jangka Pendek, Investasi jangka Panjang , Utang PFK, Bagian Lancar Hutang, dan Hutang jangka Panjang

1. Jurnal Standar untuk Saldo Awal Kas terdiri dari:
• Kas di Bendahara Pengeluaran:
Jurnal SAI adalah :
DR. Kas di Bendahara Pengeluaran xxx
CR. Uang Muka dari KUN (KPPN/BUN/Reksus) xxx

• Kas di Bendahara Penerima:
Jurnal SAI adalah :
DR. Kas di Bendahara Penerima xxx
CR. Pendapatan yang ditangguhkan xxx


2. Jurnal Standar untuk Saldo awal Piutang
Jurnal Standar untuk Saldo awal Piutang, hanya dilakukan di SAI dan SAU, sedangkan SAKUN tidak ada jurnal. Jurnal untuk SAI dan SAU dilakukan dengan mendebet akun Piutang dan mengkredit akun Cadangan Piutang dengan jumlah yang sama. Jurnal standar saldo awal piutang adalah:
DR Piutang xxx
CR Cadangan Piutang xxx

3. Jurnal Standar untuk Saldo awal Persediaan
Jurnal Standar untuk Saldo awal Persediaan hanya dilakukan pada SAI dan SAU, jurnal untuk saldo awal piutang dilakukan dengan mendebet akun Persediaan, dan mengkredit akun Cadangan Persediaan. Jurnal standar saldo awal persediaan adalah:
DR Persediaan xxx
CR Cadangan Persediaan xxx

4. Jurnal Standar untuk Saldo awal Aset Tetap
Jurnal Standar untuk Saldo awal Aset Tetap hanya dilakukan di SAI dan SAU, sedangkan pada SAKUN saldo awal tidak ada jurnal. Jurnal untuk SAI dan SAU dilakukan dengan mendebet masing-masing akun Aset Tetap serta mengkredit akun Diinvestasikan dalam Aset tetap dengan jumlah yang sama.

Jurnal Standar untuk saldo awal ini adalah:
DR Tanah xxx
DR Peralatan dan Mesin xxx
DR Gedung dan Bangunan xxx
DR Jalan, Irigasi dan Jaringan xxx
DR Aset tetap Lainnya xxx
DR Kontruksi dalm Pengerjaan xxx
CR Diinvestasikan dalam Aset Tetap xxx

5. Jurnal Standar Saldo Awal Aset Lainnya
Jurnal Standar untuk Saldo Awal Aset Lainnya seperti TGR, Tagihan Penjualan Angsuran dan lain sebagainya hanya dilakukan di SAI dan SAU. Jurnal Standar untuk hal ini dilakukan dengan mendebet akun Aset Lainnya, dan mengkredit akun Diinvestasikan dalam aset tetap lainnya. Jurnal standar saldo awal aset tetap lainnya adalah:
DR Aset Lainnya xxx
CR Diinvestasikan dalam Aset Lainnya xxx

6. Jurnal Standar untuk Saldo Awal Investasi
Jurnal Standar untuk Saldo Awal Investasi baik jangka pendek maupun jangka panjang hanya dilakukan di SAI dan SAU. Jurnal Standar dilakukan dengan mendebet akun saldo awal masing-masing investasi dan mengkredit akun Diinvestasikan Dalam Investasi Jangka Panjang atau Investasi jangka pendek dengan jumlah yang sama. Jurnal saldo awal Investasi adalah:

DR Investasi Jangka Pendek xxx
CR Diinvestasikan dalam Investasi Jangka Pendek xxx

DR Investasi Jangka Panjang xxx
CR Diinvestasikan dalam Investasi Jangka Panjang xxx

7. Jurnal Standar untuk Saldo Awal Hutang Jangka Pendek
Jurnal Standar untuk Saldo Awal Utang Jangka Pendek dilakukan di SAI, SAU maupun SAKUN. Jurnal yang dilakukan di SAKUN hanya menyangkut untuk Utang PFK. Jurnal dilakukan dengan mendebet Dana yang disediakan untuk pembayaran Hutang Jangka Pendek dan mengkredit masing-masing akun hutang jangka pendek dengan jumlah yang sama. Jurnal standarnya adalah:

DR Dana yang harus disediakan untuk pembayaran
Utang Jangka Pendek xxx
CR Utang Jangka Pendek xxx

8. Jurnal Standar untuk Saldo Awal Hutang Jangka Panjang
Jurnal Standar untuk Saldo Awal Hutang Jangka Panjang dilakukan di SAI dan SAU, dengan mendebet akun Dana Yang Harus Disediakan untuk Pembayaran Hutang Jangka Panjang dan mengkredit akun masing-masing saldo utang jangka panjang.

DR Dana yang harus disediakan untuk pembayaran
Utang Jangka Panjang xxx
CR Utang Jangka Panjang xxx


D. Jurnal Standar Realisasi Anggaran
Jurnal Standar untuk realisasi anggaran dapat dikelompokkan kedalam beberapa jenis antara lain: Jurnal Standar UYHD, Realisasi Pendapatan, Belanja, Penerimaan Pembiayaan, Pengeluaran Pembiayaan serta Jurnal Standar Non Anggaran.

Jurnal Standar untuk UYHD antara lain terdiri dari:

1. Jurnal Standar Penyediaan Uang Persediaan .
Jurnal Standar ini dilakukan baik pada SAI, SAU dan SAKUN. Jurnal Standar untuk SAI dan SAU dilakukan dengan mendebet akun Kas di Bendahara Pengeluaran dan mengkredit Uang Muka Dari KPPN/BUN/Reksus. Sedangkan untuk SAKUN dilakukan dengan mendebet perkiraan Pengeluaran Transito dan mengkredit Kas di KPPN/BUN/Reksus.
Jurnal Standar SAI adalah:
Kas di Bendahara Pengeluaran xxx
Uang Muka dari KPPN xxx

2. Jurnal Standar Pengembalian/Setoran Uang Persediaan.
Jurnal Standar ini dilakukan baik pada SAI, SAU maupun SAKUN. Jurnal Standar untuk SAI dan SAU dilakukan dengan mendebet Uang Muka dari KPPN/BUN/Reksus dan mengkredit Kas di Bendahara Pengeluaran sejumlah dana UYHD yang dikembalikan/disetor. Sedangkan untuk SAKUN dilakukan dengan mendebet Kas di KPPN/BUN/Reksus dan mengkredit Penerimaan Transito.
Jurnal Standar SAI :

DR Uang Muka dari KPPN xxx
CR Kas di Bendahara Pengeluaran xxx

3. Jurnal Standar Realisasi Pendapatan.
Jurnal untuk transaksi ini dilakukan baik pada SAI, SAU maupun SAKUN. Jurnal Standar SAI dan SAU untuk realisasi pendapatan dilakukan dengan mendebet akun Hutang Kepada KUN dan mengkredit masing-masing jenis akun realisasi pendapatan. Untuk SAKUN penjurnalan transaksi ini dilakukan dengan mendebet akun Kas di KUN dan mengkredit akun masing-masing jenis akun realisasi Pendapatan.
Jurnal untuk SAI dan SAU adalah:
DR Hutang Kepada KUN xxx
CR Pendapatan Pajak /PNBP xxx


4. Jurnal Standar Pengembalian Pendapatan.
Jurnal dilakukan pada SAI dan SAU dengan cara mendebet akun Pengembalian Pendapatan ditambah uraian MAP serta mengkredit akun Hutang Kepada KUN.
DR Pengembalian Pendapatan xxx
CR Hutang Kepada KUN xxx

5. Jurnal Standar Realisasi Belanja.
Jurnal pada SAI dan SAU dilakukan dengan mendebet masing-masing akun Belanja, dan mengkredit Piutang dari KUN.
Jurnal SAI dan SAU adalah:

DR Belanja xxx
CR Piutang dari KUN xxx


Khusus realisasi Belanja Modal, terdapat perlakuan khusus dalam pencatatan transaksi ini karena pada saat belanja modal direalisasikan tidak hanya transaksi keuangan yang terkait namun juga transaksi aset. Pencatatan ini seringkali disebut dengan jurnal ikutan atau jurnal korolari yang mengikuti setiap ada belanja modal. Jurnal korolari ini hanya dicatat dalam SAI dan SAU dengan cara mendebet akun Aset Tetap Sebelum disesuaikan, dan mengkredit akun Diinvestasikan dalam Aset Tetap. Jurnal untuk SAI dan SAU adalah:
Jurnal kololari SAI dan SAU adalah:
DR Aset Tetap Sebelum Disesuaikan xxx
CR Diinvestasikan Dalam Aset Tetap xxx

Pada saat aset tetap diakui Jurnal Standar di SAI akan dilakukan penyesuaian dengan mendebet perkiraan Aset tetap yang sudah definitif, dan mengkredit akun Diinvestasikan dalam Aset Tetap. Selain itu apabila aset tetap telah diakui maka harus ada proses pembatalan jurnal korolari yang pernah dibuat saat terjadi belanja modal yaitu dengan mendebet akun Diinvestasikan dalam Aset Tetap dan mengkredit akun Aset Tetap Sebelum Disesuaikan.

Jurnal untuk kedua hal tersebut adalah:

DR Aset Tetap xxx
CR Diinvestasikan Dalam Aset Tetap xxx

Penghapusan Korolari;
DR Diinvestasikan Dalam Aset Tetap xxx
CR Aset Tetap Sebelum Disesuaikan xxx

6. Jurnal Standar Realisasi Pengembalian Belanja.
Jurnal pada SAI dan SAU dilakukan dengan mendebet akun Piutang dari KUN, dan mengkredit Pengembalian Belanja. Jurnal pada SAI dan SAU adalah:
DR Piutang dari KUN xxx
CR Pengembalian Belanja xxx

7. Jurnal Standar Realisasi Penerimaan Pembiayaan.
Jurnal dilakukan baik pada SAI, SAU maupun SAKUN. Jurnal Standar SAI dan SAU untuk realisasi penerimaan Pembiayaan dilakukan dengan mendebet akun Hutang Kepada KUN dan mengkredit masing-masing jenis akun Penerimaan Pembiayaan. Jurnal pada SAI dan SAU adalah:
DR Hutang Kepada KUN xxx
CR Penerimaan Pembiayaan xxx

8. Jurnal Standar Pengembalian Penerimaan Pembiayaan.
Jurnal pada SAI dan SAU dilakukan dengan cara mendebet akun Pengembalian Penerimaan Pembiayaan serta mengkredit akun Hutang Kepada KUN.
Jurnal SAI dan SAU adalah:
DR Pengembalian Penerimaan Pembiayaan xxx
CR Hutang Kepada KUN xxx

9. Jurnal Standar Realisasi Pengeluaran Pembiayaan.
Jurnal SAI dan SAU dilakukan dengan mendebet masing-masing akun engeluaran Pembiayaan, dan mengkredit Piutang dari KUN.
Jurnal SAI dan SAU adalah:
DR Pengeluaran Pembiayaan xxx
CR Piutang dari KUN xxx

Khusus realisasi Pengeluaran Pembiayaan, terdapat perlakuan khusus dalam pencatatan transaksi ini karena pada saat terjadi belanja yang bersumber dari Pinjaman direalisasikan tidak hanya transaksi keuangan yang terkait namun juga transaksi Kewajiban. Pencatatan ini seringkali disebut dengan jurnal ikutan atau jurnal korolari yang mengikuti setiap ada Belanja yang bersumber dari pinjaman. Jurnal korolari ini hanya dicatat dalam SAI dan SAU dengan cara mendebet akun Dana yang harus disediakan untuk pembayaran utang jangka pendek/panjang, dan mengkredit akun Utang jangka pendek/panjang.
Jurnal untuk SAI dan SAU adalah:
DR Dana yang harus disediakan untuk pembayaran utang
(Jangka Pendek/Jangka Panjang) xxx
CR Utang Jangka Pendek/Panjang xxx


10. Jurnal Standar Realisasi Perngembalian Pengeluaran Pembiayaan.
Jurnal SAI dan SAU dilakukan dengan mendebet akun Piutang dari KUN, dan mengkredit Pengembalian Pengeluaran Pembiayaan.
Jurnal untuk SAI dan SAU adalah:
DR Piutang dari KUN xxx
CR Pengembalian Pengeluaran Pembiayaan xxx

Rabu, 13 April 2011

AKUNTANSI PENDAPATAN

DEFINISI PENDAPATAN
Semua penerimaan Rekening Kas Umum Negara/Daerah yang menambah ekuitas dana lancar dalam periode tahun anggaran yang bersangkutan yang menjadi hak pemerintah, dan tidak perlu dibayar kembali oleh pemerintah.

AKUNTANSI PENDAPATAN
Pendapatan diklasifikasikan menurut sumber dan jenis pendapatan
Akuntansi pendapatan dilaksanakan berdasarkan azas bruto, yaitu dengan membukukan penerimaan bruto, dan tidak mencatat jumlah netonya (setelah dikompensasikan dengan pengeluaran)
Pendapatan diakui pada saat diterima pada rekening Kas Umum Negara/Kas Umum Daerah
Dalam hal BLU, pendapatan diakui dengan mengacu pada peraturan perundang-undangan yang berlaku

TRANSAKSI DALAM MATA UANG ASING

Transaksi dalam mata uang asing dibukukan dalam mata uang rupiah dengan menjabarkan jumlah mata uang asing tersebut menurut kurs tengah bank sentral pada tanggal transaksi

TRANSAKSI PENDAPATAN BERBENTUK BARANG DAN JASA

Transaksi pendapatan dalam bentuk barang dan jasa harus dilaporkan dalam LRA dengan cara menaksir nilai barang dan jasa tersebut pada tanggal transaksi.
harus diungkapkan pada CaLK sehingga dapat memberikan semua informasi yang relevan mengenai bentuk dari pendapatan, belanja, dan pembiayaan yang diterima.
Contoh : barang rampasan dan jasa konsultansi

Jurnal Standar Realisasi Anggaran

Jurnal Standar untuk realisasi anggaran dapat dikelompokkan kedalam beberapa jenis antara lain:
Jurnal Standar UP,
Jurnal Standar Realisasi Pendapatan,
Jurnal Standar Belanja,
Jurnal Standar Penerimaan Pembiayaan,
Jurnal Standar Pengeluaran Pembiayaan serta
Jurnal Standar Non Anggaran.

JURNAL STANDAR PENDAPATAN PADA SAU = SAI

akuntansi anggaran

Akuntansi anggaran merupakan teknik pertanggungjawaban dan pengendalian manajemen yang digunakan untuk membantu pengelolaan pendapatan, belanja, transfer, dan pembiayaan.
Anggaran pendapatan disebut estimasi pendapatan yang dijabarkan menjadi alokasi estimasi pendapatan.
Anggaran belanja disebut apropriasi yang dijabarkan menjadi otorisasi kredit anggaran (allotment).
Anggaran pembiayaan terdiri dari penerimaan pembiayaan dan pengeluaran pembiayaan

JURNAL ANGGARAN DALAM AKUNTANSI PEMERINTAHAN

Jurnal Standar APBN
Jurnal Standar DIPA
Jurnal Penutup

Jurnal Standar APBN

1. Estimasi Pendapatan

Jurnal Standar untuk Estimasi Pendapatan dilakukan dengan :
mendebet perkiraan Estimasi Pendapatan masing-masing jenis pendapatan, dan
mengkredit Surplus /defisit dengan jumlah yang sama dengan besarnya estimasi pendapatan dalam APBN.
Jurnal Standar untuk estimasi pendapatan hanya dilakukan oleh SAKUN, sedangkan pada SAI dan SAU transaksi ini tidak dijurnal.

Estimasi Penerimaan Perpajakan.
Estimasi Penerimaan Negara Bukan Pajak.
Estimasi Penerimaan Hibah.

2. Appropriasi Belanja

Jurnal Standar untuk Appropriasi Belanja dilakukan dengan :
mendebet perkiraan Surplus/defisit, dan
mengkredit Appropriasi belanja dari masing-masing jenis belanja dengan jumlah yang sama dengan besarnya apropriasi belanja dalam APBN.
Jurnal Standar aprropriasi belanja hanya dilakukan oleh SAKUN, sedangkan pada SAI dan SAU transaksi ini tidak dijurnal.

Appropriasi Belanja Pegawai
Appropriasi Belanja Barang.
Appropriasi Belanja Modal.
Appropriasi Belanja Pembayaran Bunga Utang.
Appropriasi Belanja Subsidi.
Appropriasi Belanja Hibah.
Appropriasi Belanja Bantuan Sosial.
Appropriasi Belanja Lain-lain
Appropriasi Belanja Dana Perimbangan.
Appropriasi Belanja Dana Otonomi Khusus dan Penyesuaian

3. Estimasi Penerimaan Pembiayaan.

Jurnal Standar untuk Estimasi Penerimaan Pembiayaan dilakukan dengan:
mendebet perkiraan Estimasi Penerimaan Pembiayaan masing-masing jenis penerimaan pembiayaan, dan
mengkredit Pembiayaan Netto dengan jumlah yang sama dengan besarnya estimasi penerimaan pembiayaan dalam APBN.
Jurnal Standar ini hanya dilakukan oleh SAKUN, sedangkan pada SAI dan SAU transaksi ini tidak dijurnal

4. Appropriasi Pengeluaran Pembiayaan.
Jurnal Standar untuk Apropriasi Pengeluaran Pembiayaan dilakukan dengan:
mendebet perkiraan Pembiayaan Netto, dan
mengkredit Appropriasi Pengeluaran Pembiayaan dengan jumlah yang sama.
Jurnal Standar ini hanya dilakukan oleh SAKUN, sedangkan pada SAU transaksi ini tidak dijurnal

Jurnal Standar DIPA
Jurnal Standar DIPA hanya dilakukan di SAI dan SAU sedangkan SAKUN tidak membuat jurnal ini

Jurnal Standar DIPA terdiri dari:
Estimasi Pendapatan yang dialokasikan,
Allotment belanja,
Estimasi Penerimaan Pembiayaan yang dialokasikan dan
Allotment Pengeluaran Pembiayaan

1. Estimasi Pendapatan yang dialokasikan.
Jurnal Standar untuk Estimasi Pendapatan yang dialokasikan dilakukan dengan:
Mendebet Estimasi Pendapatan yang Dialokasikan, dan
Mengkredit Utang Kepada KUN dengan jumlah yang sama dengan jenis pendapatan yang ada dalam DIPA.
Jurnal Standar untuk Estimasi Pendapatan yang dialokasikan dilakukan pada sistem SAI dan SAU, sedangkan pada SAKUN transaksi ini tidak dijurnal

2. Allotment Belanja.
Jurnal Standar untuk Allotment Belanja dilakukan dengan:
Mendebet Piutang dari KUN, dan
Mengkredit Allotment Belanja dengan jumlah yang sama dengan jenis belanja dalam DIPA.
Jurnal Standar untuk Allotment Belanja dilakukan pada SAI dan SAU, sedangkan pada SAKUN transaksi ini tidak dijurnal.

3. Estimasi Penerimaan Pembiayaan yang dialokasikan.
Jurnal Standar untuk Estimasi Penerimaan Pembiayaan yang Dialokasikan dilakukan dengan:
Mendebet Estimasi Penerimaan pembiayaan yang Dialokasikan, dan
Mengkredit Utang Kepada KUN dengan jumlah yang sama dengan jenis penerimaan pembiayaan dalam DIPA.
Jurnal Standar untuk Estimasi Penerimaan Pembiayaan yang Dialokasikan dilakukan pada SAI dan SAU, sedangkan pada SAKUN transaksi ini tidak dijurnal

4. Allotment Pengeluaran Pembiayaan
Jurnal Standar untuk Allotment Pengeluaran Pembiayaan dilakukan dengan:
Mendebet Piutang dari KUN, dan
Mengkredit Allotment Pengeluaran Pembiayaan dari masing-masing jenis pembiayaan dalam DIPA.
Jurnal Standar untuk Allotment Pengeluaran Pembiayaan dilakukan pada SAI dan SAU, sedangkan pada SAKUN transaksi ini tidak dijurnal.

Jurnal Standar Penutup
Jurnal penutup dilakukan di SAI, SAU dan SAKUN yang bertujuan untuk menutup seluruh perkiraan – perkiraan sementara dalam rangka menyusun laporan keuangan. Jurnal penutup terdiri dari:
jurnal penutup Anggaran dengan Realisasinya (untuk akun-akun LRA) .
Untuk perkiraan akun Neraca tidak dilakukan penutupan.

Jurnal Penutup SAKUN
Jurnal yang ditutup dalam SAKUN adalah seluruh jurnal APBN, Pembiayaan Neto dan SILPA.
Jurnal penutup SAKUN dilakukan dengan mendebet seluruh akun yang berada di sisi kredit dan mengkredit seluruh akun yang berada di sisi debet

Jurnal Penutup Estimasi Pendapatan
Jurnal ini ditutup dengan cara mendebet masing-masing akun Pendapatan dan mengkredit Estimasi Pendapatan yang bersangkutan, serta memasukkan selisihnya pada akun Surplus/Defisit.
DR Pendapatan Pajak XXX
DR Pendapatan Negara Bukan Pajak XXX
DR Pendapatan Hibah XXX
DR Surplus/ Defisit XXX
CR Estimasi Pendapatan Pajak XXX
CR Estimasi Pendapatan Negara Bukan Pajak XXX
CR Estimasi Hibah XXX


Jurnal Penutup Appropriasi Belanja
Jurnal ini dilakukan dengan cara mendebet masing-masing akun Appropriasi Belanja dan mengkredit masing-masing akun belanja, serta mememasukkan selisihnya pada akun Surplus Defisit.

Jurnal Penutup SAI dan SAU
Jurnal yang ditutup dalam SAU adalah seluruh estimasi pendapatan yang dialokasikan, seluruh Allotment Belanja, estimasi penerimaan pembiayaan, serta allotment pengeluaran pembiayaan.

Jurnal penutup Estimasi Pendapatan Yang Dialokasikan
Jurnal ini ditutup dengan cara mendebet masing-masing akun Pendapatan dan mengkredit Estimasi Pendapatan yang dialokasikan, serta memasukkan selisihnya pada akun Hutang Kepada KUN.

Jurnal penutup Allotment Belanja
Jurnal ini ditutup dengan cara mendebet seluruh allotment belanja dan mengkredit masingmasing akun belanja serta memasukkan selisihnya pada Piutang dari KUN

Senin, 11 April 2011

LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH

Tujuan umum laporan keuangan
adalah menyajikan informasi mengenai posisi keuangan, realisasi anggaran, arus kas, dan kinerja keuangan suatu entitas pelaporan yang bermanfaat bagi para pengguna dalam membuat dan mengevaluasi keputusan mengenai alokasi sumber daya.

Tujuan khusus pelaporan keuangan pemerintah
menyajikan informasi yang berguna untuk pengambilan keputusan dan menunjukkan akuntabilitas entitas atas sumber daya yang dipercayakan kepadanya,
dengan:
menyediakan informasi mengenai posisi sumber daya ekonomi, kewajiban, dan ekuitas dana pemerintah;
menyediakan informasi mengenai perubahan posisi sumber daya ekonomi, kewajiban, dan ekuitas dana pemerintah;
menyediakan informasi mengenai sumber, alokasi, dan penggunaan sumber daya ekonomi;
menyediakan informasi mengenai ketaatan realisasi terhadap anggarannya;
menyediakan informasi mengenai cara entitas pelaporan mendanai aktivitasnya dan memenuhi kebutuhan kasnya;
menyediakan informasi mengenai potensi pemerintah untuk membiayai penyelenggaraan kegiatan pemerintahan;
menyediakan informasi yang berguna untuk mengevaluasi kemampuan entitas pelaporan dalam mendanai aktivitasnya.

Jenis-Jenis Laporan Keuangan pemerintah:

Laporan Realisasi Anggaran;
Neraca;
Laporan Arus Kas; dan
Catatan atas Laporan Keuangan.

1. NERACA

Neraca adalah salah satu komponen laporan keuangan yang menggambarkan posisi keuangan suatu entitas pelaporan pada tanggal tertentu.
Posisi keuangan = posisi aset, kewajiban dan ekuitas dana.

Aset adalah sumber daya yang dapat memberikan manfaat ekonomi dan/atau sosial yang dikuasai dan/atau dimiliki oleh pemerintah dan dapat diukur dalam satuan uang.
Kewajiban adalah utang yang timbul dari peristiwa masa lalu yang penyelesaianya mengakibatkan aliran keluar sumber daya ekonomi pemerintah.
Ekuitas dana adalah kekayaan bersih pemerintah yang merupakan selisih antara aset dan kewajiban pemerintah.

2. LAPORAN REALISASI ANGGARAN
(LRA)

Laporan Realisasi Anggaran (LRA) merupakan salah satu komponen laporan keuangan pemerintah yang menyajikan informasi tentang realisasi dan anggaran entitas pelaporan secara tersanding untuk suatu periode tertentu.

Laporan Realisasi Anggaran menyajikan informasi realisasi disandingkan dgn anggaran dalam 1 (satu) periode, TERDIRI DARI:

pendapatan,
belanja,
transfer,
surplus/defisit dan
pembiayaan.

3. LAPORAN ARUS KAS

Laporan yang memberi informasi:
Arus masuk kas (pendapatan, penerimaan pembiayaan, penerimaan PFK);
Arus keluar kas (belanja, pengeluaran pembiayaan, pengeluaran PFK);
Saldo awal kas;
Saldo akhir kas.

Laporan Arus Kas (LAK):
Memuat seluruh penerimaan dan pengeluaran kas baik yang dianggarkan/tidak dianggarkan;
Hanya disajikan unit yang memiliki fungsi perbendaharaan;

tujuan lak

memberikan informasi mengenai sumber, penggunaan, perubahan kas;
pertanggungjawaban;
pengambilan keputusan

manfaat lak

Indikator yang akan datang;
Alat menilai kecermatan estimasi penerimaan kas;
Alat pertanggungjawaban;
Bahan evaluasi aktiva bersih/ekuitas.

Struktur LAK

Penyajian berdasarkan aktivitas:
operasi;
investasi aset nonkeuangan;
pembiayaan;
nonanggaran.

Arus Masuk Aktivitas Operasi

Penerimaan Perpajakan;
Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP);
Penerimaan Hibah;
Penerimaan Bagian Laba perusahaan negara dan Investasi Lainnya;

Arus Keluar Aktivitas Operasi

Belanja Pegawai
Belanja Barang
Bunga
Subsidi
Hibah
Bantuan Sosial
Belanja Lain-Lain
Transfer Keluar

nonkeunagan

Arus Masuk:
Penjualan Aset Tetap;
Penjualan Aset Lainnya
Arus Keluar:
Perolehan Aset Tetap;
Perolehan Aset Lainnya.

pembiayaan

Arus masuk:
Penerimaan Pinjaman;
Penerimaan Hasil Penjualan Surat Utang Negara;
Penerimaan dari Divestasi;.
Arus Keluar:
Penyertaan Modal Pemerintah;
Pembayaran Pokok Pinjaman;
Pemberian Pinjaman Jangka Panjang;

Arus masuk/keluar Aktivitas Nonanggaran

Arus Masuk:
Penerimaan PFK;
Penerimaan Kiriman Uang.
Arus Keluar
Pengeluaran PFK;
Pembayaran Kiriman Uang.

cara penyajian

Metode: Langsung dan tidak langsung;
Hubungan antara saldo-saldo awal dan akhir di LAK sama dengan yang ada dalam akun yang sama di Neraca.
Lihat contoh arus kas di PSAP 03

4. CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (CaLK)

LK memperoleh status :
Mudah dipahami
Menghindari salah paham
Pemahaman mendalam melalui pengungkapan setiap pos penting
Mampu menjawab bagaimana perkembangan kondisi keuangan entitas
full disclosure

isi calk

Pendahuluan;
- Dasar Hukum
- Prosedur Penyusunan LK
Kebijakan Akuntansi;
Ringkasan Laporan;
Penjelasan atas perkiraan Laporan Realisasi Anggaran
Penjelasan atas Pos-pos Neraca;
Informasi tambahan.
Pengungkapan Lainnya.

PRINSIP AKUNTANSI DAN PELAPORAN KEUANGAN

Basis akuntansi;
Prinsip nilai historis;
Prinsip realisasi;
Prinsip substansi mengungguli bentuk formal;
Prinsip periodisitas;
Prinsip konsistensi;
Prinsip pengungkapan lengkap; dan
Prinsip penyajian wajar.

BASIS KAS: untuk pengakuan pendapatan, belanja, dan pembiayaan;
BASIS AKRUAL: untuk pengakuan aset, kewajiban, dan ekuitas;
Entitas diperkenankan menggunakan basis akrual sepenuhnya, namun tetap menyajikan Laporan Realisasi Anggaran berdasarkan basis kas.

“BASIS KAS”

Pendapatan diakui pada saat diterima pada rekening Kas Umum Negara/Kas Umum Daerah

Belanja diakui pada saat terjadinya pengeluaran dari rekening Kas Umum Negara/Kas Umum Daerah

Penerimaan pembiayaan diakui pada saat diterima kas pada rekening Kas Umum Negara/Kas Umum Daerah

Pengeluaran pembiayaan diakui pada saat dikeluarkan kas dari rekening Kas Umum Negara/Kas Umum Daerah

PRINSIP NILAI HISTORIS (HISTORICAL COST)

Aset dicatat sebesar pengeluaran kas dan setara kas yang dibayar atau sebesar nilai wajar dari imbalan untuk memperoleh aset tersebut pada saat perolehan.
Kewajiban dicatat sebesar jumlah kas dan setara kas yang diharapkan akan dibayarkan untuk memenuhi kewajiban di masa yang akan datang.
Nilai perolehan lebih dapat diandalkan daripada penilaian yang lain karena lebih obyektif dan dapat diverifikasi.

PRINSIP REALISASI

Pendapatan yang tersedia yang telah diotorisasikan melalui anggaran pemerintah selama suatu tahun fiskal akan digunakan untuk membiayai belanja yang terjadi dalam periode tersebut.

Prinsip penandingan pendapatan-belanja tidak mendapat penekanan seperti dalam akuntansi komersial.

SUBSTANCE OVER FORM

Peristiwa harus dicatat dan disajikan sesuai dengan substansi dan realitas ekonomi, bukan hanya mengikuti aspek formalitas.

PERIODISITAS

Kegiatan akuntansi dan pelaporan keuangan entitas pemerintah perlu dibagi menjadi periode-periode pelaporan sehingga kinerja entitas dapat diukur dan posisi sumber daya yang dimilikinya dapat ditentukan

KONSISTENSI

Perlakuan akuntansi yang sama harus ditetapkan pada kejadian yang serupa dari periode ke periode oleh suatu entitas (prinsip konsistensi internal).

Metode akuntansi yang dipakai dapat diubah dengan syarat metode yang baru diterapkan menunjukkan hasil yang lebih baik dari metode yang lama.

Pengaruh atas perubahan penerapan metode harus diungkapkan dalam laporan keuangan.

PENGUNGKAPAN LENGKAP (FULL DISCLOSURE)

Laporan keuangan harus menyajikan secara lengkap informasi yang dibutuhkan oleh pengguna.

Informasi tersebut dapat ditempatkan pada lembar muka laporan keuangan atau catatan atas laporan keuangan.

PENYAJIAN WAJAR (FAIR PRESENTATION)

Dalam penyajian dengan wajar posisi keuangan, kinerja, dan perubahan posisi keuangan suatu entitas, diperlukan pertimbangan sehat yang mengandung unsur-unsur kehati-hatian pada saat melakukan prakiraan dalam kondisi ketidakpastian sehingga aset atau pendapatan tidak dinyatakan terlalu tinggi dan kewajiban tidak dinyatakan terlalu rendah

KENDALA INFORMASI YANG RELEVAN

MATERIALITAS
PERTIMBANGAN BIAYA DAN MANFAAT
KESEIMBANGAN ANTAR KARKETRISTIK KUALITATIF

ASUMSI DASAR

Asumsi kemandirian entitas
Asumsi kesinambungan entitas
Asumsi keterukuran dalam satuan uang (monetary measurement)

KARAKTERISTIK KUALITATIF LAPORAN KEUANGAN

Relevan;
Andal;
Dapat dibandingkan; dan
Dapat dipahami

Sabtu, 09 April 2011

Keindahan di dalam dunia
menyelimuti cinta yang bersemi
hangat-hangat begitu hangat
cahyamu yang membasuh suasana hati ini

Tak terukir dalam sejarah ini
cinta sejati yang tak pernah padam
lirih bisik malam menceritakan
kisah cinta ini

Senyum-senyum bulan dan bintang
merebah dibalik sang awan
lantunkan gemuruh cinta yang tak terbendung
membanjiri hari dua insan manusia

Niscaya cahya cinta yang tak kunjung padam
menjaga sucinya kisah cinta ini dalam peraduan malam yang dingin